hei, my blog
hari ini hari ke 33 sejak aku berkenalan dengan F, rasanya aneh tapi nyata.. aku merasa sepertinya baru kemarin aku berkenalan dengannya. masih fresh diingatanku bagaimana kami berbincang. tapi setelah dijalani dan direnungkan semuanya memang seperti mimpi. dulu kami begitu dekat, bahkan dia selalu BBM ku dengan mesra, tapi sekarang sejak ia memutuskan untuk kembali apda mantannya entah kenapa semuanya berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah aku inginkan dan aku pikirkan sebelumnya
aneh memang, aneh sekali kalau aku menyadari betapa mudahnya perasaan manusia berubah. dan mengapa aku masih bertahan untuk berada disisinya walaupun aku tahu dia sudah berubah?
mengapa aku masih belum bisa melupakan setiap lekukan jarinya yang menyelimuti tubuhku? kenapa aku masih belum bisa melupakan kehangatannya? wajahnya, senyumnya, garis mukanya?
temanku selalu erkata "tidak semudah itu, butuh waktu" tapi waktu yang aku harapkan sepertinya tidak kunjung datang, setampan apapun pria dihadapanku, aku sama sekali tidak tertarik tidak seperti dulu lagi. aku tidak tahu sebenarnya apa yang berubah, perasaanku atau kehidupanku?
aku masih menganggap dialah yang paling perfect, entah kenapa tapi aku sendiri tidak bisa mengatakan alasannya. 33 hari bukanlah waktu yang singkat bagiku. mendengarnya mengucapkan kata-kata tidak bisa pisah dengan mantannya, tidak bisa melupakan, aku hanya bisa terdiam dan berusaha tersenyum
aku sudah memutuskan untuk terus berada disampingnya sebagai temannya. aku sudah bahagia, walaupun dilubuk hatiku, aku menangis dan menjerit.. tapi aku tidak mau dia bersedih seperti yang aku rasakan sekarang, bagaimanapun aku mengharapkan kebahagiaannya.. walaupun aku masih berharap orang yang dapat membuat dia bernafas, maju dan tersenyum adalah diriku sendiri..
Sunday, 22 December 2013
Wednesday, 18 December 2013
hari keempat
ini hari keempat...
segala sesuatu yang tidak amu aku keluarkan, akan aku ungkapkan disini.. diblog ku..
aku lelah dengan semuanya.. F bersikap dan semakin bersikap seakan tidak apa-apa. kemarin dia menghubungiku dan BBM dengan kata-kata mesum seperti biasa yang dia keluarkan untukku. awalnya aku tidak merasakan suatu risih atau apapun selama itu adalah dia.
tapi apa dia pernah menyadari bagaimana perasaanku yang kian hari semakin tidak dapat kumengerti?
apa pernah dia memikirkanku walaupun hanya sekali?
positifku dan aku ingin dia mengatakan "pernah dan selalu" . aku merindukannya lebih dari yang bisa aku katakan, bahkan kata-kata tidak dapat menggambarkan perasaanku sejauh ini..
apa sebenarnya yang aku tunggu? aku sendiripun tidak mengerti. aku tidak ingin menunggu apapun.. tapi bagaimanapun aku berpikir, perasaanku seakan mengambil alih. aku masih menunggunya. selalu dan selalu menunggunya.. aku tahu ini adalah bodoh. tapi jauh di dalam hatiku, aku selalu berdoa agar dia kembali kepadaku. dan entah mengapa entah karena ini efek dari setiap hari aku sembahyang atau bagaimana.. aku merasa dia akan kembali padaku cepat atau lambat. tapi beberapa pikiran negatifku mengatakan aku harus melupakannya karena dia telah memilih untuk bersama mantannya..
apakah sakit ini belum cukup sehingga aku memilih untuk menunggunya?seharusnya yang kulakukan adalah berpaling dan segera pergi.
tapi mengapa hatiku seakan masih menunggunya? tidakkah itu terlampaui bodoh? aku ingin bilang pada F tentang apa yang aku rasakan, dan aku mendengar lagu yang sesuai dengan perasaanku..
liriknya seperti ini:
"semakin kuingkari semakin kumengerti
hidup ini tak lengkap tanpamu
aku mengaku bisa, tapi hati tak bisa
sesungguhnya ku berpura-pura relakan kau pilih cinta yang kau mau
sesungguhnyaku tak pernah rela bukan aku yang bisa membuat hatimu utuh
sakit yang kurasa bukan karena dia, tapi karena kau pilih cinta yang salah
aku mengaku bisa, tapi hati tak bisa....."
"kuakui sesungguhnya aku berpura-pura relakan kau pilih cinta yang kau mau
dan ku tahu aku tak bisa..." tangga-utuh
F mengatakan seakan-akan ingin mengulangi cerita kisah kita kemarin minggu dimana dia menyentuhku dengan begitu intens. bagiku itu adalah pengalaman yang membahagiakan, kecuali bagian saat dia bilang belum bisa menerimaku dan masih ingin mengejar mantannya.
semua hal itu membahagiakan bagiku, dari melihatnya bermain komputer, mandi, duduk, makan dan tidur. semua itu terasa membahagiakan bagiku sampai aku mendengar tentang mantan yang selalu dipikirkannya.. dan aku sangat iri karena mantannya itu memiliki diri dan perasaan F sepenuhnya.. sedangkan aku?
tidak bisa memiliki 1% dari hatinya itu...
segala sesuatu yang tidak amu aku keluarkan, akan aku ungkapkan disini.. diblog ku..
aku lelah dengan semuanya.. F bersikap dan semakin bersikap seakan tidak apa-apa. kemarin dia menghubungiku dan BBM dengan kata-kata mesum seperti biasa yang dia keluarkan untukku. awalnya aku tidak merasakan suatu risih atau apapun selama itu adalah dia.
tapi apa dia pernah menyadari bagaimana perasaanku yang kian hari semakin tidak dapat kumengerti?
apa pernah dia memikirkanku walaupun hanya sekali?
positifku dan aku ingin dia mengatakan "pernah dan selalu" . aku merindukannya lebih dari yang bisa aku katakan, bahkan kata-kata tidak dapat menggambarkan perasaanku sejauh ini..
apa sebenarnya yang aku tunggu? aku sendiripun tidak mengerti. aku tidak ingin menunggu apapun.. tapi bagaimanapun aku berpikir, perasaanku seakan mengambil alih. aku masih menunggunya. selalu dan selalu menunggunya.. aku tahu ini adalah bodoh. tapi jauh di dalam hatiku, aku selalu berdoa agar dia kembali kepadaku. dan entah mengapa entah karena ini efek dari setiap hari aku sembahyang atau bagaimana.. aku merasa dia akan kembali padaku cepat atau lambat. tapi beberapa pikiran negatifku mengatakan aku harus melupakannya karena dia telah memilih untuk bersama mantannya..
apakah sakit ini belum cukup sehingga aku memilih untuk menunggunya?seharusnya yang kulakukan adalah berpaling dan segera pergi.
tapi mengapa hatiku seakan masih menunggunya? tidakkah itu terlampaui bodoh? aku ingin bilang pada F tentang apa yang aku rasakan, dan aku mendengar lagu yang sesuai dengan perasaanku..
liriknya seperti ini:
"semakin kuingkari semakin kumengerti
hidup ini tak lengkap tanpamu
aku mengaku bisa, tapi hati tak bisa
sesungguhnya ku berpura-pura relakan kau pilih cinta yang kau mau
sesungguhnyaku tak pernah rela bukan aku yang bisa membuat hatimu utuh
sakit yang kurasa bukan karena dia, tapi karena kau pilih cinta yang salah
aku mengaku bisa, tapi hati tak bisa....."
"kuakui sesungguhnya aku berpura-pura relakan kau pilih cinta yang kau mau
dan ku tahu aku tak bisa..." tangga-utuh
F mengatakan seakan-akan ingin mengulangi cerita kisah kita kemarin minggu dimana dia menyentuhku dengan begitu intens. bagiku itu adalah pengalaman yang membahagiakan, kecuali bagian saat dia bilang belum bisa menerimaku dan masih ingin mengejar mantannya.
semua hal itu membahagiakan bagiku, dari melihatnya bermain komputer, mandi, duduk, makan dan tidur. semua itu terasa membahagiakan bagiku sampai aku mendengar tentang mantan yang selalu dipikirkannya.. dan aku sangat iri karena mantannya itu memiliki diri dan perasaan F sepenuhnya.. sedangkan aku?
tidak bisa memiliki 1% dari hatinya itu...
Tuesday, 17 December 2013
the second day
Hari ini hari kedua setelah aku memutuskan untuk mundur dan melupakan F, tapi sungguh rasanya sangat sulit. betapapun aku berusaha menyibukkan diri, dia tetap tidak mau hilang dari pikiranku. baik saat sedang kerja, makan, jalan bahkan ke toilet pun, wajahnya masih berbayang di pikiranku.
gila memang, aku merasa sangat rapuh saat dia tidak berada disisiku atau aku harus mengatakan kepada diriku bahwa dia sudah memilih mantannya daripada diriku. sakit memang, aku berusaha melupakannya dengan mengulang-ulang adengan dan kata-kata dimana dia mengatakan bahwa dia memilih mantannya dan tidak dapat menerimaku.
aku berusaha dan sangat berusaha untuk tidak mengingatnya, tapi kata demi kata seperti nyanyian setan. aku berusaha tidak jatuh tapi sepertinya aku akan jatuh dan akan sulit untuk bangun.
hari ini, F mengirim BBM untuk pertama kalinya setelah kemarin ia tidak mengabariku sama sekali, berkali-kali aku berusaha tidak melihat profilenya, tidak menekan send BBM kepadanya, berusaha tidak mengirimkan apapun. tapi rasanya sesak, aku merasa sulit bernafas, dan sekarang, ia mengirim BBM hanya untuk berkata "nduut,.. gi apa?"
hanya 1 kata itu, membuatku berpikir apa yang dia pikirkan tentangku? apa dia merindukanku? bagaimana perasaannya kepadaku yang tiba-tiba menghilang? mengapa dia tidak merasakan apapun seperti aku yang terluka dengan sangat.
dan kata-kata berikutnya hanyalah berupa pelampiasan mesumnya saja. aku bahkan rela melakukan apa yang tidak pernah kulakukan hanya untuk menahannya disisiku. tapi sekarang, aku tidak dapat merasakan apapun, aku merasa seperti sudah mati. aku menginginkannya seperti aku menginginkan tubuhku sendiri.. tapi tidak dengannya. ia bahkan bisa berlaku biasa walaupun aku menghilang dari pandangannya..
somehow, aku menginginkannya kembali padaku, walaupun itu hampir mustahil. hampir mendekati 0%, tapi bagaimanapun di dalam hatiku, aku merasa dan mengharapkan ia melupakan mantannya dan mulai terbiasa dengan keberadaanku sehingga keberadaanku menjadi sesuatu yang penting baginya.. atau bahkan jika saja keberadaanku bisa berada setingkat lebih tinggi dari mantannya, walau hanya 1% aku akan merasa sangat bahagia./
bagaimanapun, hanya dengannya aku tidak pernah membandingkan dengan laki-laki manapun, hanya dengannya aku ingin bersikap egois,dan hanya dengannya aku menyerahkan sepenuh hatiku padanya. aku ingin dia bahagia, tapi sesungguhnya aku ingin ia berbahagia bersamaku... apakah itu terlalu egois untuk diwujudkan?
gila memang, aku merasa sangat rapuh saat dia tidak berada disisiku atau aku harus mengatakan kepada diriku bahwa dia sudah memilih mantannya daripada diriku. sakit memang, aku berusaha melupakannya dengan mengulang-ulang adengan dan kata-kata dimana dia mengatakan bahwa dia memilih mantannya dan tidak dapat menerimaku.
aku berusaha dan sangat berusaha untuk tidak mengingatnya, tapi kata demi kata seperti nyanyian setan. aku berusaha tidak jatuh tapi sepertinya aku akan jatuh dan akan sulit untuk bangun.
hari ini, F mengirim BBM untuk pertama kalinya setelah kemarin ia tidak mengabariku sama sekali, berkali-kali aku berusaha tidak melihat profilenya, tidak menekan send BBM kepadanya, berusaha tidak mengirimkan apapun. tapi rasanya sesak, aku merasa sulit bernafas, dan sekarang, ia mengirim BBM hanya untuk berkata "nduut,.. gi apa?"
hanya 1 kata itu, membuatku berpikir apa yang dia pikirkan tentangku? apa dia merindukanku? bagaimana perasaannya kepadaku yang tiba-tiba menghilang? mengapa dia tidak merasakan apapun seperti aku yang terluka dengan sangat.
dan kata-kata berikutnya hanyalah berupa pelampiasan mesumnya saja. aku bahkan rela melakukan apa yang tidak pernah kulakukan hanya untuk menahannya disisiku. tapi sekarang, aku tidak dapat merasakan apapun, aku merasa seperti sudah mati. aku menginginkannya seperti aku menginginkan tubuhku sendiri.. tapi tidak dengannya. ia bahkan bisa berlaku biasa walaupun aku menghilang dari pandangannya..
somehow, aku menginginkannya kembali padaku, walaupun itu hampir mustahil. hampir mendekati 0%, tapi bagaimanapun di dalam hatiku, aku merasa dan mengharapkan ia melupakan mantannya dan mulai terbiasa dengan keberadaanku sehingga keberadaanku menjadi sesuatu yang penting baginya.. atau bahkan jika saja keberadaanku bisa berada setingkat lebih tinggi dari mantannya, walau hanya 1% aku akan merasa sangat bahagia./
bagaimanapun, hanya dengannya aku tidak pernah membandingkan dengan laki-laki manapun, hanya dengannya aku ingin bersikap egois,dan hanya dengannya aku menyerahkan sepenuh hatiku padanya. aku ingin dia bahagia, tapi sesungguhnya aku ingin ia berbahagia bersamaku... apakah itu terlalu egois untuk diwujudkan?
Sunday, 15 December 2013
Give Up
hari ini, "F" menyatakan dengan jelas bagaimana perasaannya padaku. "suka, sayang ada. tapi cuma sedikit. sedikit banget" hanya itu yang bisa kutangkap dari sebegitu banyak pembicaraan dengannya.
sakit? pastinya..
nyesek? itu apa lagi..
tapi aku menyadari bagaimana perasaannya padaku. aku hanya seperti ban serep dy. dan F hanya menganggapku seakan seperti pengganti mantannya yang masih dia sayangi hingga sekarang. it's fine..
setelah tahu, hatiku terasa lebih plong, aku tidak perlu lagi menduga-duga dan menebak-nebak setiap harinya. walaupun tentunya masih ada rasa sakit menyeluruh didalam hati ini. walaupun dia bilang "g masih anggp u sbg tm g kok" tapi ak yang tidak bisa. aku menyayanginya sebagai seorang laki-laki. bukan teman.. dan sekarang bagaimana caranya aku menganggap dia hanya sebagai teman? apa mungkin?
mungkin suatu saat nanti, aku pasti bisa melupakan perasaan ini. tapi sampai saat itu tiba, pastinya rasa sesak ini tidak akan mungkin hilang dengan mudah. moment yang tercipta selama 1 bulan ini, terasa hanya seperti mimpi saja. pelukannya yang erat, jilatannya, kecupannya, elusannya.. aku rasa aku harus bahagia dengan mimpi yang singkat itu. walaupun aku masih teramat menyayanginya. tapi ini sudah waktunya bagiku untuk bangun dan menghadapi dunia nyata.
ini bukan lagi mimpi. aku tidak boleh terlalu terlena dengan segala hal yang tidak ada, yang bahkan tidak ada kejelasan masa depannya. so, kenapa aku harus treus menerus menutup diriku?
perjalanan cintaku tidak hanya sampai disini bukan? pastinya aku bisa mendapatkan yang lebih bukan?
F bilang dengan terang-terangan kepadaku, "aku akan menjaga, melindunginya dan selalu ada saat dia membutuhkanku, karena dulu dia yang berlaku seperti itu sekarang sudah saatnya g yang berlaku seperti itu" itulah yang dikatakannya padaku mengenai mantannya. dan 1 kalimat lagi yang membuatku merasa terlalu sakit untuk diungkapkan adalah saat dia berkata "g bukannya suka lagi, tapi g bener-bener ngebutuhin dia banget"
suatu saat nanti, pasti ada seseorang yang akan mengatakan itu untukku bukan? yang menyayangi lebih dari yang bisa diberikan F ke mantannya bukan?
perjalanan cintaku dan ceritaku masih belum selesai hanya sampai di F saja..
Friday, 6 December 2013
third
aku benar-benar tidak mengerti apa itu cinta.. sesudah menyadari apa itu cinta, aku membenci diriku sendiri yang telah jatuh cinta hanya dalam waktu 2-3 minggu.. betapa murahannya aku..
aku sempat berpikir, apakah cinta memang dapat secepat itu..? jawabannya ya. aku sadar, aku sudah jatuh hati padanya sejak pertama kali bertemu dengannya aku merasa sesuatu yang berbeda. aura yang berbeda. hatiku tidak terasa berdebar seperti anak kecil, tapi aku malu.. aku menginginkan pemandangan yang lebih..
tapi hari demi hari, ketika dia seakan menegaskan "aku sayang padamu, sebagai sahabat.." aku berharap dan berandai-andai bagaimana jika kata-kata "sebagai sahabat" tidak pernah ada dan tidak pernah keluar dari bibirnya.. apakah itu akan menjadi akhir dari perjalanan cintaku? sungguh aku tidak tahu.. tapi sedikitnya aku berharap.
hari ini aku bermain ke kost nya. setelah menjalani psikotes pada perusahaan dimana kami dipanggil bersama. betapa gembiranya aku, sehingga tidak bisa tidur pada malam sebelumnya. hatiku berdebar-debar. prusahaan apakah yang akan membawa perasaanku ini? setelah menjalani tes itu, ternyata kami tidak diterima secara bersamaan. sesungguhnya, aku jahat. seharusnya aku sedih.. tapi aku senang, karena dia juga tidak mendapatkan kesempatan itu yang artinya, aku tidak akan terpisah untuk sementara.
saat pulang ke kost nya, dia harus mengambil simnya di simatupang dan mengambilnya butuh waktu 2 jam untuk bolak balik. saat kembali, ia terlihat sangat lelah, sehingga aku memijatnya dengan pelan saat ia sedang berbaring tengkurap. aku tidak merasa lelah, aku malah merasa sangat bahagia. apakah itu aneh? aku senang dan bahagia walau hanya berada disampingnya tanpa melakukan apapun. aneh memang.. mungkin orang lain yang melihat akan mengatakan kami sebagai orang gila. tapi aku tidak perduli.
biasanya aku akan peduli dengan tanggapan orang, tapi saat bersamanya aku tidak memerdulikan hal yang lain selain menghabiskan waktu dengannya..
hari ini, dia memelukku dan sedikit menyentuh dadaku.. tapi aku sama sekali tidak keberatan dengan sikapnya, aku merasa seakan-akan dia adalah kekasihku. tapi pada nyatanya, itu semua hanya imajinasiku saja.. aku mengelus-elus kepalanya dengan lembut, cara yang sangat disukainya. menunggunya sampai dia tidur, apa salah jika aku menginginkannya lebih? aku hanya gadis yang sedang jatuh cinta dan memiliki keegoisan lebih
aku mengira hubungan kami akan lebih.. tapi trnyata dia mengatakan hal yang membuatku sesak hingga lupa cara bernafas, dan anehnya aku masih bisa tertawa. ia mengatakan dengan jelas bahwa ia ingin mengenalkanku dengan pria lain yang tidak lain adalah saudara jauhnya. aku kaget. shok dan sedih.. dan kata-kata terakhir yang ia ucapkan yang mengambil semua pikiranku adalah, bahwa ia tidak mau menjalin hubungan dengan orang yang seumuran dengannya. hatiku sedetik itu juga pergi entah kemana.. aku tidak bisa menangis tapi juga tidak bisa mengeluh. ia bebas menyuarakan pemikirannya. aku tertawa dan membalas nya dengan ejekan yang biasa aku lontarkan, tapi setelah itu, aku menangis selama sisa perjalanan pulang, menahan perih didalam hati..
dan ternyata ia dengan cepat mengetahui bahwa aku merasa sesak, sedih dan terluka serta sedang menangis. aku tidak tahu darimana ia tahu, padahal aku tidak pernah mengatakan apapun. APAPUN. aku tidak akan pernah mengatakannya bahwa aku menangis karena DIRINYA. aku tidak akan pernah membiarkan diriku hancur lebih dari ini. aku tidak bisa.. jika aku hancur lebih dari ini, aku tahu dan aku yakin, aku tidak akan pernah maju dan bangkit seperti yang pernah kualami sebelumnya..
ada pepatah mengatakan, kita harus tahu kapan waktu yang tepat untuk maju dan mundur, dan aku tahu inilah waktuku untuk mundur,.. maka aku memutuskan untuk mundur dari perasaan ini dan beralih menjadi sahabatnya saja.. walaupun dalam hati ini terluka dengan cukup parah, aku harus tetap mengatakan pada diriku bahwa aku baik-baik saja. tidak ada luka yang tidak akan sembuh bukan? aku percaya.. akan lebih baik menjadi sahabat daripada kehilangan dirinya seutuhnya..
hari ini, aku memutuskan untuk menyerah dan moveon.. aku berharap besok hatiku akan lebih membaik daripada sekarang..
aku sempat berpikir, apakah cinta memang dapat secepat itu..? jawabannya ya. aku sadar, aku sudah jatuh hati padanya sejak pertama kali bertemu dengannya aku merasa sesuatu yang berbeda. aura yang berbeda. hatiku tidak terasa berdebar seperti anak kecil, tapi aku malu.. aku menginginkan pemandangan yang lebih..
tapi hari demi hari, ketika dia seakan menegaskan "aku sayang padamu, sebagai sahabat.." aku berharap dan berandai-andai bagaimana jika kata-kata "sebagai sahabat" tidak pernah ada dan tidak pernah keluar dari bibirnya.. apakah itu akan menjadi akhir dari perjalanan cintaku? sungguh aku tidak tahu.. tapi sedikitnya aku berharap.
hari ini aku bermain ke kost nya. setelah menjalani psikotes pada perusahaan dimana kami dipanggil bersama. betapa gembiranya aku, sehingga tidak bisa tidur pada malam sebelumnya. hatiku berdebar-debar. prusahaan apakah yang akan membawa perasaanku ini? setelah menjalani tes itu, ternyata kami tidak diterima secara bersamaan. sesungguhnya, aku jahat. seharusnya aku sedih.. tapi aku senang, karena dia juga tidak mendapatkan kesempatan itu yang artinya, aku tidak akan terpisah untuk sementara.
saat pulang ke kost nya, dia harus mengambil simnya di simatupang dan mengambilnya butuh waktu 2 jam untuk bolak balik. saat kembali, ia terlihat sangat lelah, sehingga aku memijatnya dengan pelan saat ia sedang berbaring tengkurap. aku tidak merasa lelah, aku malah merasa sangat bahagia. apakah itu aneh? aku senang dan bahagia walau hanya berada disampingnya tanpa melakukan apapun. aneh memang.. mungkin orang lain yang melihat akan mengatakan kami sebagai orang gila. tapi aku tidak perduli.
biasanya aku akan peduli dengan tanggapan orang, tapi saat bersamanya aku tidak memerdulikan hal yang lain selain menghabiskan waktu dengannya..
hari ini, dia memelukku dan sedikit menyentuh dadaku.. tapi aku sama sekali tidak keberatan dengan sikapnya, aku merasa seakan-akan dia adalah kekasihku. tapi pada nyatanya, itu semua hanya imajinasiku saja.. aku mengelus-elus kepalanya dengan lembut, cara yang sangat disukainya. menunggunya sampai dia tidur, apa salah jika aku menginginkannya lebih? aku hanya gadis yang sedang jatuh cinta dan memiliki keegoisan lebih
aku mengira hubungan kami akan lebih.. tapi trnyata dia mengatakan hal yang membuatku sesak hingga lupa cara bernafas, dan anehnya aku masih bisa tertawa. ia mengatakan dengan jelas bahwa ia ingin mengenalkanku dengan pria lain yang tidak lain adalah saudara jauhnya. aku kaget. shok dan sedih.. dan kata-kata terakhir yang ia ucapkan yang mengambil semua pikiranku adalah, bahwa ia tidak mau menjalin hubungan dengan orang yang seumuran dengannya. hatiku sedetik itu juga pergi entah kemana.. aku tidak bisa menangis tapi juga tidak bisa mengeluh. ia bebas menyuarakan pemikirannya. aku tertawa dan membalas nya dengan ejekan yang biasa aku lontarkan, tapi setelah itu, aku menangis selama sisa perjalanan pulang, menahan perih didalam hati..
dan ternyata ia dengan cepat mengetahui bahwa aku merasa sesak, sedih dan terluka serta sedang menangis. aku tidak tahu darimana ia tahu, padahal aku tidak pernah mengatakan apapun. APAPUN. aku tidak akan pernah mengatakannya bahwa aku menangis karena DIRINYA. aku tidak akan pernah membiarkan diriku hancur lebih dari ini. aku tidak bisa.. jika aku hancur lebih dari ini, aku tahu dan aku yakin, aku tidak akan pernah maju dan bangkit seperti yang pernah kualami sebelumnya..
ada pepatah mengatakan, kita harus tahu kapan waktu yang tepat untuk maju dan mundur, dan aku tahu inilah waktuku untuk mundur,.. maka aku memutuskan untuk mundur dari perasaan ini dan beralih menjadi sahabatnya saja.. walaupun dalam hati ini terluka dengan cukup parah, aku harus tetap mengatakan pada diriku bahwa aku baik-baik saja. tidak ada luka yang tidak akan sembuh bukan? aku percaya.. akan lebih baik menjadi sahabat daripada kehilangan dirinya seutuhnya..
hari ini, aku memutuskan untuk menyerah dan moveon.. aku berharap besok hatiku akan lebih membaik daripada sekarang..
Tuesday, 3 December 2013
falling in love?
well, gw gk bisa ngebayangin gimana rasanya jatuh cinta.. bener-bener gk bisa dibayangin..
karena gw sendiri gk bisa dan gk pernah jatuh cinta.. pernah sih kepikiran "gimana sih rasanya jatuh cinta" memang menurut buku yang gw baca.. cinta itu manis kaya coklat..
tpi, bukan itu ternyata.. cinta itu membuat orang menjadi bodoh lebih tepatnya..
bayangin aja, betapa membosankannya melihat orang yang kita sayang malah main game dan membiarkan kita sendirian, tapi dalam kasus gw, ini perfectly moron. karena gw bukannya bosen, gw malah merasa perfectly happy.. gila, bodoh dan baka bukan? oke sipp, gw sadar akan hal itu..
T^T tapi masalahnya, gw sndiri gk tahu kenapa bgini.. bahkan sejujurnya gw berasa sangat bodoh dan bego banged..
tapi itulah perasaan bodoh yang sedang gw alami.. dan gw gk tahu mesti gimana ngatasinnya...
dan lagu yang lagi bener-bener gw suka itu tangga-cinta tak mungkin berhenti.. bener2 ngena sama ke hati gw. :3
karena gw sendiri gk bisa dan gk pernah jatuh cinta.. pernah sih kepikiran "gimana sih rasanya jatuh cinta" memang menurut buku yang gw baca.. cinta itu manis kaya coklat..
tpi, bukan itu ternyata.. cinta itu membuat orang menjadi bodoh lebih tepatnya..
bayangin aja, betapa membosankannya melihat orang yang kita sayang malah main game dan membiarkan kita sendirian, tapi dalam kasus gw, ini perfectly moron. karena gw bukannya bosen, gw malah merasa perfectly happy.. gila, bodoh dan baka bukan? oke sipp, gw sadar akan hal itu..
T^T tapi masalahnya, gw sndiri gk tahu kenapa bgini.. bahkan sejujurnya gw berasa sangat bodoh dan bego banged..
tapi itulah perasaan bodoh yang sedang gw alami.. dan gw gk tahu mesti gimana ngatasinnya...
dan lagu yang lagi bener-bener gw suka itu tangga-cinta tak mungkin berhenti.. bener2 ngena sama ke hati gw. :3
Subscribe to:
Comments (Atom)